PEMIRA EDSA IS COMING

It has been a while since everything started. Two men, with their own vision, chose to make difference by becoming the candidates of EDSA president. They want to make everything better here, a place they call home. A place where we come back to.

Apart from their own ego and ambition, we believe that these guys are the most willing ones from the bunch who are gonna be the next fair, professional, heart-warming president.

Last Saturday, the two candidates faced each other in order to make us convinced that they are the most worthy. Questions have been asked, arguments have been answered, advices have been welcome but it will mean nothing if there is no participation from you, O, EDSA people.

These two gentlemen are both great and they are nothing short of capable in leading EDSA. What you have to do is choose. And choose between them wisely. Choose who you think is going to lead us all the way to the top with proud. Choose the leader that you think will not disappoint you. Even though there is going to be a difficult year ahead, if we do it together, we can steadily make EDSA better and there is nothing more amazing than that.

We wait you on the election day, November 10th 2016.

WAIT, there is more to it.

For those people who could not come to the presidential debate and want to know what they are talking about during the grand design presentation and the debate, here is the complete transcript.

NOTULENSI DEBAT PEMIRA EDSA 2016

5 November 2016 pukul 18.30-20.45 di Ruang Teater Gedung A Fakultas Ilmu Budaya

Pertanyaan dari Panelis

Q: Bagaimana cara kandidat agar dapat merangkul anggota EDSA untuk berkontribusi acar EDSA dengan sukarela tanpa adanya paksaan? (Muhammad Farid Salma H.)

A: Membuat hubungan bak dengan ormawa lain, dengan media public relation yanng membuat jadwal departemen untuk wajib datanng pada projek2 EDSA, dengan menekankan pada unsur kewajibannya bukan keterpaksaannya. Menjaga hubungan baik dengan delegasi ormawa lain. (Hernanda)

Menekankan pada kesukarelaan, mempersuasi para anggota untuk datang projek2 EDSA dengan membuat video atau tulisan testimoni untuk memberi wawasan anggota EDSA tentang projek yang bersangkutan. Cara yang kedua dengan follow up informasi untuk menarik minat para anggota agar tertarik datang di projek tersebut. (Javier)
Q: Jelaskan dengan rinci apa impian terliar para kandidat? Karena impian terliar menunjukkan rasa ketakutan dan harapan yang terdalam dalam diri para kandidat yang dapat mencerminkan ideologi para kandidat yang kedepannya dapat menjadi senjata terkuat kandidat.  (Muhammad Taufik Wibowo)

A: Kandidat dapat membuat dirinya dikenal orang banyak, dihormati dan dapat mengayomi mereka semua, salah satu caranya dengan mendaftar menjadi presiden EDSA, kandidat ingin membuat EDSA lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dengan mengaplikasikan impian terliarnnya dalam EDSA. (Javier)

Aerotion dengan bintang-bintang tamu dari Hollywood karena Aerotion merupakan ajang untuk menampakan sastra Inggris.(Hernanda)
Q: Menurut kandidat apa kekurangan EDSA tahun lalau dan apa yang harus diperbaiki untuk periode selanjutnya? (Rifka Pratama S. Hum.,M.A)

A: Sistem EDSA sudah rinci dan berbeda dengan ormawa lain, fungsi dan proker sudah sesuai target. EDSA kurang kekeluargaan dan profesionalistas, EDSA hanya seperti EO yang menyelenggarakan event. Menambah rasa profesionallitas yanng dapat membuat ras kekeluargaan muncul dalam diri anggota EDSA. EDSA diharapkan bisa menjadi pilihan terbaik para anggotanya.(Hernanda)

Misi yg terlampir pada AD/ART belum terlaksana dengan baik, ditunjukkan dengan adanya kasus resignment anggota. Kurangnya hubungan dengan ormawa-ormawa yang lain, merasa EDSA sebagai ormawa yang eksklusif, dimana hubungan keluar sangat baik untuk kemajuan ormawa. Profesionalitas anggota masih kurang, ditunjukkan dengan adannya anggota yanng masih malas-malasan dalam melaksanakan tugasnya, kurang tegasnya staff ahli terhadap staff mudanya.(Javier)
Q: Bagaimana kandidat untuk membuat anggotanya berkontribusi ke dalam EDSA meskipun anggota tersebut juga terlibat dan sibuk dalam ormawa lain?(Muhammad Farid Salma H.)

A: EDSA adalah rumah utama bagi para anggota hingga baiknya para anggota menyadari rumah utama mereka dan anggota tersebut dapat didekati secara persuasif akan pentingnya EDSA sebagai rumah utama mereka. Cara kedua adalah memberi fleksibilitas pada anggota denngan memberikan jobdesk yang tidak memberatkan angota tersebut.(Javier)

Anggota harus ingat rumah utama mereka, jangan menomor duakan EDSA sebagai rumah utama. Boleh mengikuti ormawa lain untuk menambah ilmunya dan baiknya ilmu tersebut diterapkan ke dalam EDSA sebagai rumah utama anggota.(Hernanda)
Q: Jelaskan dengan singkat Tri Darma Perguruan Tinggi dan berikan masing-masing contohnya. Hal ini penting untuk ditanyakan karena Tri Darma mulai luntur dalam diri mahasiswa. Yang isinya : pengabdian masyarakat, belajar dan berbagi, dan penelitian dan pengembangan.(Muhammad Taufik Wibowo)

A: Kandidat tidak megetahui Tri Darma perguruan tinggi dan tidak bisa menjawabnya.
Q: Bagaimana membuat parameter suksesnnya kepemimpinan EDSA dalam 1 periode selanjutnya dan bagaimana caranya membuat menjadi sukses?(Rifka Pratama S. Hum.,M.A)

A: Parameter kesuksesan ada 2 secara esensi dan terstruktur. Terstruktur, EDSA terdiri dari beragam departmen dan proker-proker dan dapat dipenuhi semua prokernya. Esensi, bagaimana menerapkan proker-proker tersebut dapat diimplementasikan para anggota dalam kehidupan para anggotanya. (Javier)

Ada 3 parameter : panitia, peserta, dan senior. Dalam EDSA, internal pengurus dan umum dan senior. Sukses jika anggota dapat bekerja secara kekeluargaan dan profesional, secara umum merasa EDSA juga sukses, untuk senior yaitu pandangan senior penting untuk pembangunan kesuksesan EDSA.(Hernanda)
Q: Bagaimana cara kandidat menanamkan rasa cinta kepada EDSA sejak dini?(Muhammad Farid Salma H.)

A: Caranya dengan mengenal dan mengayomi para anggota EDSA, salah contohnya dalam menerapkan program magang bagi para maba dimana mereka ikut serta dalam proker-proker terakhir kepengurusan EDSA.(Hernanda)

Memberi apresiasi lebih terhadap eksmud EDSA, yang kedua dalam ELC menanamkan rasa kepemilikan EDSA bagi para eksmud. Senior jangan terlalu kritis terhadap eksmud yang dapat menambah rasa apatis kepada eksmud, lebih mengayomi dan mengapresiasi kerja eksmud untuk EDSA.(Javier)
Pertanyaan Antara Kandidat

Q:Apakah anda sadar anda adalah tipe orang seperti apa? Dan bagaimana menutupi kelemahan yang ada pada diri anda? (Hernanda)

A: Saya orang yang otoriter dan demokratis. Saya yakin bahwa organisai tidak dapat dipimpin hanya dalam 1 pikiran  dan sosok pemimpin aalah sosok yang memiliki ego dan mampu menyelesaikan masalah dengan cepat. Cara menutupinya lebih memahami orang lain lebih dalam lagi, dan menerima masukan yang ada. (Javier)
Q: Anda tipikal orang yang seperti apa? Bagaimana cara anda memimpin dan bagaiamana menutupi kekurangan dalam memimpin tersebut?(Javier)

A: Saya adalah orang yang demokratis, lebih menyukai adanya saran masuk dari orang lain untuk diri saya. Kelemahannya, saya tidak bisa mengambil keputusan secara singkat dan bena, cara menutupnya saya membutuhkan partner yang otoriter dan inisatif untuk membantu mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Butuh wakil.(Hernanda)
Q: Kenapa Anda mempertahankan project Edsostreet di SA?(Hernanda)

A: Edsostreet itu penting untuk mendevelop rasa kemanusiaan anggota  dan berperan penting bagi para panitia.(Javier)
Q: Projek pelestarian  dan penyelamatan satwa mengapa begitu yakin menggantikan e-groove dalam aspek lingkungan. Satwa memang bag lingkungan hidup tp mereka hewan dan peran mangrove lbih penting untuk lingkungan?(Javier)

A: E-groove adalah proker turun temurun dan targetnya tidak tepat sasaran. Acara mangrove sudah terlalu sering dalam tiap organisasi di fakultas, dan E-groove sudah melenceng dalam peran SA utk berpikir kritis dalam peranan masyarakat. Pelestarian satwa itu juga mempunyai peran penting dalam menjaga rantai makanan kehidupan, dan juga belum adanya pelestarian satwa di Semarang.(Hernanda)
Q: Apakah jav benar-benar bertekad untuk menjadi president EDSA, dan apabila kalah bagaiman sikap anda dalam kompetisi ini?(Hernanda)

A: Adanya dorongan dan masukan dari para anggota EDSA, saya merasa bahwa jika saya tidak bisa percaya pada diri saya sendiri bagaiaman saya dapat membuat orang lain percaya pada EDSA. Saya tidak ingin gagal, karena gagal bukanlah pilihan. Jika saya kalah, saya tetap akan memperjuangakan EDSA dn tetap mensupport penuh siapapun presidennya.(Javier)
Q: Ada kalanya ketika pemimpin merasa tidak ada orang yang peduli terhadap organisasinya, apa upaya yang anda ambil dalam masalah tersebut?(Javier)

A: Saya memegang teguh pada ketakutan saya apabila organisasi yang saya pimpin tidak lebih baik dari sebelumnya dengan mencoba mengingat kembali pengalaman pada periode sebelumnya untuk memberi semangat.(Hernanda)
Pertanyaan dari Audience

Q:Nanda, jika anggota EDSA harus berkontribusi dalam jurusan, apabila ada anak EDSA lebih berkontribusi dilluar EDSA, bagaimana cara menyikapinya? (Novita, angkatan 2015)

A: Kontribusi di luar EDSA juga penting dan bisa menjadi sarana belajar. Saya harapkan adanya kontribusi ke EDSA entah itu sekedar saran atau kritik terhadap kepengurusan EDSA, jangan mengabaikan EDSA, karena EDSA ada di jurusan sendiri. (Hernanda)
Q: Jav, Nanda, jika Ecobiss akan memiliki official account store tersendiri, siapa yang akan membuat design? (Nadhifa, angkatan 2014)

A: Tetap memfungsikan medcom sebagai designer EDSA. dibuatnya MoU berkoordinasi dengan medcom perihal design yang akan dibuat. (Javier)

Membuat OA Instagram khusus untuk ekobis EDSA. Tiap departemen mempunyai designer sendiri tetapi ditentang, jadi akan tetap menggunakan medcom untuk membuat designnya, mungkin menambah designer di medcom menjadi 2. (Hernanda)
Q: Jav, Nanda, apa yang sudah kalian lakukan untuk mengubah image eksklusif EDSA tersebut? (Deviana, angkatan 2013)

A: Sari dulu sikap eksklusif Sastra Inggris sudah ada. Apa yang sudah dilakukan yaitu membuka jaringan keluar dan mengambl aspirasi mereka tentang sastra Inggris, aksi nyatanya contohnya ikut menghadiri debat BEM FIB 2016. (Hernanda)

Yang sudah dilakukan, membuka diri dan menerima untuk didelegasikan untuk menghadiri acara ormawa lain, ikut berkontribusi. Bercengkrama dan bertukar pikiran dengan anggota dari ormawa lain. Ikut andil dalam debat BEM FIB 2016. Mengajak anak dari sasing maupun luar sasing untuk mengikuti acara yang dibuat EDSA. (Javier)
Q: Jav, Nanda, persamaan benda apa yang cocok untuk EDSA? (Yosa, angkatan 2016)
A: EDSA adalah intan berlian, karena berlian merupakan benda yang paling keras yang mendeskripsikan ikatan sasing yang kuat terhadap alumni. Apabila kita dapat mengasah EDSA denngan baik menghasilkan sebuah intan berlian yang sangat indah. (Javier)

Sasing itu kuat. Tidak dapat mendeskripsikan EDSA dalam sebuah benda. (Hernanda)
Q: Kurangnya diskusi isu-isu yang ada dalam lingkungan fakultas daripada ormawa-ormawa yang lain. Berikan tanggapan terhadap iklim diskusi tersebut. (Wahyu Dwi, angkatan 2015)

A: Rencana membuat proker sarasehan dalam medcom yanng bisa menjadi ajang diskusi mahasiswa. (Hernanda)

Dibuatnya E-gath dibawah dept HRD sebagai ajang diskusi seluruh angkatan. (Javier)
Q: Jav, Nanda, apa kiat-kiat tertentu untuk menarik orang agar ikut community yang ada di sastra Inggris? (Irene, angkatan 2014)

A: Community supervisor akan memfasilitasi komunitas yg ada dengan cara membagikan form kepada para maba dan akan didata oleh supervisor. Merekap data dan mencarikan komunitas yang tepat, lebih dipublikasikan oleh medcom agara lebih luas. (Javier)

Jawaban kurang lebih sama denngan Jav. (Hernanda)
Q: Lebih banyaknya mahasiswa kalangan menengah atas yang membuat mahasiswa menjad apatis. Adanya tuntutan mementingkan kuliah sehingga tidak tertarik ikut berorganisasi. Pikiran kritis dapat dipancing dengan meluaskan relasi. Medcom sebelumnya ada proker tentang kepenulisan, apakah proker tersebut akan diadakan pada periode selanjutnya atau tidak? Apakah proker Metamorphoedsa (acara seluruh angkatan) akan diubah menjadi Aerotion? (Ayub, angkatan 2013)

A: Akan dialihkan ke proker entrepreneur seminar di departemen ecobis. Medcom sekarang sudah sesuai menurut saya, menambahkan proker sarasehan dalam departmen medcom. Untuk metamorphoedsa akan diserahkan dalam keputusan angkatan. (Hernanda)

Fungsi medcom mensupport proker departmen lain, medcom yang sekarang sudah mempunyai spesialisasi tersendiri dalam bidangnya. Aerotion dapat dikatan sebagai peleburan antara EUCE dengan Metamorphoedsa dimana akademis dan festival menjadi satu. (Javier)
Q: Sebagai mahasiswa baru, saya kurang mengenal angkatan-angkatan atas, bagaimana kedepannya untuk mempererat relasi terutama untuk angkatan 16?

A: Diadakannya gathering yang fungsinya sama seperti sarasehan. (Javier)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *